Posted in Uncategorized

Catatan Perjalanan Usaha Seorang Dropshipper

unsplash.com

Saya menekuni usaha dropshipping sejak tahun 2017 hingga sekarang. Produk yang saya jual adalah batik dengan beragam jenis kualitas dan harga, mulai dari kain, pakaian formal dan casual, daster, hingga celana kolor. Kios batik yang menyediakan produk-produk tersebut berlokasi di Pasar Beringharjo, pasar besar di dekat Jalan Malioboro Yogyakarta yang menjadi surganya wisawatan untuk berbelanja batik, cendera mata, ataupun kuliner.

Continue reading “Catatan Perjalanan Usaha Seorang Dropshipper”
Posted in Uncategorized

Jika Menurutmu Lebih dari Sekadar Surat, Kuharap Itu Bukan Nasihat

Dari: Kakak
Untuk: Adik
Status pengiriman: Tidak pernah terkirim

unsplash.com

Apakah belakangan ini kamu sering merasa iri sekaligus terinspirasi ketika melihat teman-temanmu telah memiliki usaha online sendiri?

Tambahan waktu luang di rumah memantik banyak kalangan termasuk teman-teman kita untuk menunjukkan jiwa enterpreneurnya. Ditambah adanya media sosial dan e-commerce yang kian menunjukkan keajaibannya, orang-orang tidak ingin melambat di tengah arus dunia yang begitu cepat. Seperti; teman kita yang kini lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya di rumah mulai membagi energinya untuk membuat produk homemade lalu mempromosikannya lewat media sosial. Atau seperti; teman kita yang mencari kegiatan tambahan dengan menjadi reseller produk fashion di samping kegiatan belajar daringnya.

Continue reading “Jika Menurutmu Lebih dari Sekadar Surat, Kuharap Itu Bukan Nasihat”
Posted in Review

Gelang Tali Waterproof by Urvilla Bracelets

gelang yang menemani saya dua setengah tahun lamanya ^_^

Gelang yang saya kenakan saat ini adalah gelang waterproof keluaran brand lokal yang tidak main-main kualitasnya; Urvilla Bracelets. Saya membelinya 2,5 tahun lalu di Toko Barang Bareng, sebuah handmade store yang kini membuka gerainya di Kedai Kebun Forum (KKF). Kalau tidak salah, khususnya di Jogja, produk Urvilla Bracelets hanya bisa ditemukan di toko itu.

Kebetulan, saya suka sekali dengan aksesoris gelang dan kegiatan membeli barang-barang handmade, jadi ketika dipertemukan dengan gelang-gelang Urvilla yang—wah! ini tuh beda banget sama gelang handmade yang lain, saya langsung jatuh cinta. Bagaimana tidak? Kalau saya gambarkan secara keseluruhan, gelang Urvilla memiliki model yang sangat bervariasi. Bahan-bahannya juga berkualitas, mulai yang berbahan tali polyester wax, manik-manik mutiara atau biji tumbuhan, sampai yang dikombinasikan dengan batuan alam, 24k gold plated, ataupun sterling silver. Gelangnya bisa untuk unisex. Sedangkan, kalau bicara soal warna, Urvilla punya warna-warna terbaiknya. Uniknya lagi, Urvilla memiliki konsep untuk gelang-gelangnya itu. Beberapa memiliki nama dan filosofi khusus yang dicantumkan di kemasannya, seperti tentang cinta, persahabatan, keberuntungan, kebahagiaan, atau bulan kelahiran. Dari penampakan itu, saya tidak perlu berpikir panjang lagi untuk mengadopsi salah satunya.

Continue reading “Gelang Tali Waterproof by Urvilla Bracelets”
Posted in Self-love

Terima Kasih Telah Mendengarkan

Saya memutuskan untuk menyampaikan sisi gelap diri saya setelah berpikir, bahwa tidak ada salahnya bercerita tentang apa yang memenuhi kepala di situs blog. Mungkin ada pembaca, atau orang lain di sudut kota lain yang menemukan tulisan ini juga mengalami hal yang sama dan karenanya ia tidak merasa sendiri. Hey. Saya sedikit terkejut karena saya begitu lancar menuliskan kalimat-kalimat pembuka ini. Tapi, sudahlah. Saya akan melanjutkannya tanpa keragu-raguan.

Tahun 2020 menjadi tahun di mana banyak rangkaian kegiatan yang terpaksa saya batalkan. Kegiatan yang saya susun itu adalah buah dari ide saya sendiri selama beberapa waktu, dan berharap menjadi tonggak awal untuk kelanjutan kegiatan kedepannya. Saya sedih. Saya menghubungi orang-orang yang bersangkutan dan menyampaikan kabar pembatalan sekaligus permintaan maaf. Jujur saja, saya sempat mengalami depresi karena hal itu. Tidak hanya sehari dua hari. Saya terus berpikir apa artinya semua ini (Untuk apa aku melakukannya?!). Meski begitu saya tidak ingin terlihat lemah dan orang lain mengetahuinya. Saya terus bersikap baik dan orang harus menilai bahwa saya dalam tingkatan kesehatan yang baik pula. (Tapi saat ini saya sedang memberikan pengakuan).

Continue reading “Terima Kasih Telah Mendengarkan”
Posted in catatan budaya

Sinoman

Foto: dokumen pribadi

Lagi-lagi saya akan bercerita tentang salah satu budaya Jawa yang masih dijunjung tinggi di wilayah pedesaan hingga saat ini, yaitu menggunakan jasa sinoman. Menyebutkan istilah sinoman selalu mengarahkan ingatan saya pada tembang macapat Sinom dan sinom yang berarti daun asam muda. Tapi tentu bukan itu pengertian dari sinoman yang saya maksud. Sinoman di sini merupakan bagian dari tradisi pramuladhi dalam budaya Jawa atau tata cara mulia melayani tamu bersantap. Sementara menurut KBBI, sinoman berarti sekelompok pemuda yang membantu orang yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di pedesaan). Biasanya pemuda-pemudi tersebut berasal dari desa setempat yang telah tergabung dalam organisasi karang taruna. Mereka akan diminta nyinom (menjadi sinoman) ketika ada warga yang menggelar hajat lamaran, resepsi pernikahan atau ngundhuh mantu, pengajian akbar, syukuran, dan hajat besar lainnya yang menghadirkan banyak tamu. Sehingga, semakin banyak tamu undangan pada suatu acara, semakin banyak pula sinoman yang dibutuhkan.

Continue reading “Sinoman”
Posted in Catatan Sejarah

Sejarah Situs Makam Gunung Tambalan

Melihat minimnya informasi mengenai sejarah Situs Makam Gunung Tambalan di internet, saya berinisiatif mengepos tulisan ini di blog pribadi agar pihak-pihak yang membutuhkan dapat mengaksesnya. Di samping itu, sebagai warga di mana situs ini berada, saya terdorong untuk turut melestarikan potensi daerah dengan cara yang bisa saya lakukan. Mengenai proses pengumpulan data tentang situs ini sendiri, ada orang-orang hebat yang telah membersamai saya; Mbak Welly selaku pendamping desa budaya, Mas Fian, Mas Nanda, Abay, dan Dek Kiky. Kami mengunjungi situs dan menimba banyak ilmu langsung dari Mbah Jadi, juru kunci situs makam. Terima kasih banyak.


source: dokumen pribadi

Situs Makam Gunung Tambalan merupakan satu di antara banyak situs cagar budaya yang terdapat di Desa Gilangharjo. Situs ini berlokasi di Dusun Tambalan Kauman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Seperti namanya, situs yang menempati tanah milik Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (sultan ground) seluas 6700 m² ini terletak di atas pegunungan/bukit kecil bernama Gunung Tambalan. Bagian bawah situs dikelilingi oleh permukiman penduduk serta area persawahan yang membentang luas, menjadikan Gunung Tambalan terlihat indah dan menawan dari kejauhan.

ASAL-USUL GUNUNG TAMBALAN

Banyak kalangan yang tidak tahu mengenai asal-usul Gunung Tambalan. Padahal jika diulik lebih dalam, terdapat berbagai versi cerita rakyat yang mengabadikan sejarahnya, baik yang tersebar melalui gethok tular (dari mulut ke mulut) maupun artikel-artikel sejarah yang ada di internet. Ceritera-ceritera yang berkembang tersebut sangatlah bervariasi dan menarik, sehingga dapat memunculkan teka-teki tersendiri di benak para pendengarnya.

Continue reading “Sejarah Situs Makam Gunung Tambalan”
Posted in catatan budaya

Srawung

source: unsplash

Menjadi bagian dari masyarakat pedesaan Jawa bukanlah hal yang memalukan bagi saya. Mungkin saya pernah sakit hati ketika dibilang ‘ndeso’ atau ‘kampungan’, namun itu dulu saat pemahaman saya tentang pedesaan masih sangat dangkal. Lain halnya dengan sekarang. Bahkan kini saya pun merasa bahwa orang-orang yang pernah bilang demikian pada saya atau orang desa lainnya telah berubah pikiran. Desa pada masa sekarang telah menjadi tempat yang menyenangkan bagi mereka berekreasi dan menimba ilmu tentang kearifan lokal. Jangankan mereka, saya sebagai anak desa pun senang ketika melakukannya di desa lain.

Sejak kecil, saya dididik dalam suasana keluarga Jawa yang kental, diajari kecapakan yang orang desa wariskan, berikut tata cara srawung (bergaul) dan subasita (tata krama/sopan santun) dari segi bahasa/lisan dan perilaku. Soal menuntut ilmu, keluarga saya tidak pernah mengekang atau menghalang-halangi. Mereka bisa dikatakan modern tapi tidak meninggalkan sisi konservatifnya, cukup open minded, mengerti kesetaraan gender, dan menjunjung tinggi peribahasa jer basuki mawa beya (setiap keinginan/cita-cita itu membutuhkan biaya).

Continue reading “Srawung”
Posted in Self-love

Terima Kasih Diriku

sumber: canva

Terima kasih telah belajar mencintai diri sendiri dan tak pernah menyerah untuk berusaha menampilkan versi terbaik diri kamu. Sejauh ini, rupanya aku diam-diam menyukai dirimu yang seperti ini, yang selalu optimistis dalam setiap keadaan. Aku percaya suatu hari nanti kamu akan bersinar.

Terima kasih telah belajar berdamai dengan rasa sakit dan ketidakberuntungan dengan selalu bersikap tidak apa-apa. Dan katakan bahwa iri hati ataupun rasa dendam itu haram. Tempaan, ujian, dan hal-hal yang tidak menyenangkan itu lumrah adanya dalam kehidupan.

Bersabarlah. Hidup ini memang tidak mengajarkanmu untuk bermanja-manja dalam timangan orang tua. Tapi kamu pun tidak akan pernah kehilangan waktu untuk bahagia dan bersenang-senang menikmatinya.

Inilah hidupmu yang begitu berharga. Rawat baik-baik. Teruslah menorehkan warna indah dalam setiap langkah.


Mlati, 18 November 2020

Posted in Q&A

Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita

sumber: canva

Setiap dari kita memaknai cinta secara berbeda-beda. Kita yang sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta, dengan kita yang sedang patah hati karena ditinggal cinta, tentu menempatkan cinta di sudut yang berbeda dalam kisah cinta kita. Bagi saya pribadi, cinta terbesar adalah cinta yang datang dari Tuhan melalui ibu yang melahirkan saya. Cinta terbesar juga dimiliki alam semesta yang ia curahkan untuk kehidupan saya dan manusia lainnya, walau tanpa kita sadari, dalam hubungan ini ialah yang paling sering tersakiti.

Aaahh… Bisa aeeee… Obat nyamuk semprot!

Jadi begini, manteman. Malam Ahad lalu saya dan Kak Fahmi berbincang-bincang dengan cinta sebagai topiknya. Ide topik tentang cinta ini tentu datang dari Kak Fahmi, yang secara depan-belakang-atas-bawah lebih mendalami cinta dari pada saya. Saya mah jelas belum apa-apanya, Mang.

Continue reading “Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita”
Posted in Q&A

Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle

Memilih Zero Waste Lifestyle

Belakangan ini, zero waste lifestyle atau gaya hidup minim sampah semakin banyak menarik perhatian society kita untuk mengadopsinya. Perubahan baik ini tentu tidak lepas dari rasa prihatin kita terhadap kualitas lingkungan yang kian menurun dengan adanya kasus sampah di TPA yang membludak, global warming, climate change, kebakaran hutan, deforestasi, dan bentuk kerusakan mengerikan lainnya. Perubahan ini juga muncul berkat peran pemerintah, komunitas, dan sosok-sosok peduli lingkungan dalam menyuarakan isu-isu lingkungan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zero waste. Mereka menggawangi adanya aksi dan diskusi terkait topik tersebut. Selain itu, peran bulkstore pun tidak kalah penting. Mereka menawarkan produk eco friendly sebagai solusi menekan kasus pencemaran lingkungan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk menerapkan green business Continue reading “Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle”