Posted in Uncategorized

Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita

sumber: Canva

Setiap dari kita memaknai cinta secara berbeda-beda. Kita yang sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta, dengan kita yang sedang patah hati karena ditinggal cinta, tentu menempatkan cinta di sudut yang berbeda dalam kisah cinta kita. Bagi saya pribadi, cinta terbesar adalah cinta yang datang dari Tuhan melalui ibu yang melahirkan saya. Cinta terbesar juga dimiliki alam semesta yang ia curahkan untuk kehidupan saya dan manusia lainnya, walau tanpa kita sadari, dalam hubungan ini ialah yang paling sering tersakiti.

Aaahh… Bisa aeeee… Obat nyamuk semprot!

Jadi begini, manteman. Malam Ahad lalu saya dan Kak Fahmi berbincang-bincang dengan cinta sebagai topiknya. Ide topik tentang cinta ini tentu datang dari Kak Fahmi, yang secara depan-belakang-atas-bawah lebih mendalami cinta dari pada saya. Saya mah jelas belum apa-apanya, Mang.

Continue reading “Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita”
Posted in Uncategorized

Sedikit Cerita dari Situs Makam Gunung Tambalan

Tugas membuat video profil desa budaya akhirnya nyaris terselesaikan juga. Senang sekali rasanya saya menjadi bagian dari tim pembuat video ini, yang terdiri dari 6 anggota karang taruna desa dan 2 pendamping desa budaya. Banyak yang saya/kami ketahui dan pelajari sewaktu melakukan eksekusi di lapangan, seperti informasi mengenai sejarah cagar budaya yang direkam langsung dari sumbernya, kuliner tradisional yang sudah turun temurun, produk kerajinan, dan kesenian lokal yang berkembang— yang kesemuanya itu akan kami tampilkan di video profil. Bisa dibilang kegiatan ini menjadi kerja sambil piknik gratis di desa sendiri.

Saya jadi punya gagasan mentah, sepertinya bagus membuat paket mini trip ke tempat-tempat yang tersebar di 15 pedukuhan desa tersebut. Tidak hanya melulu ke sentra batik, namun bisa merata ke situs/tempat yang potensial. Menjadi desa wisata adalah impian yang sangat mungkin untuk diwujudkan, bukan? Dan sejatinya, ini pula yang melatar belakangi perlunya dibuat video profil desa budaya.

Salah satu cagar budaya yang menjadi pokok konten video profil desa adalah Makam Gunung Tambalan. Situs ini dapat dibilang menyimpan cerita sejarah yang berkaitan erat dengan sejarah Kabupaten Bantul. Bagi saya sendiri, keunikan sejarah situs ini patut dipelajari oleh generasi muda seperti saya. Mempelajari langsung dari sumber hidup yang masih ada, guna menghindari pembengkokan cerita sejarah yang mungkin terjadi di masa depan. Mari, saya ceritakan sedikit mengenai cagar budaya ini.

Continue reading “Sedikit Cerita dari Situs Makam Gunung Tambalan”
Posted in Q&A

Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle

Memilih Zero Waste Lifestyle

Belakangan ini, zero waste lifestyle atau gaya hidup minim sampah semakin banyak menarik perhatian society kita untuk mengadopsinya. Perubahan baik ini tentu tidak lepas dari rasa prihatin kita terhadap kualitas lingkungan yang kian menurun dengan adanya kasus sampah di TPA yang membludak, global warming, climate change, kebakaran hutan, deforestasi, dan bentuk kerusakan mengerikan lainnya. Perubahan ini juga muncul berkat peran pemerintah, komunitas, dan sosok-sosok peduli lingkungan dalam menyuarakan isu-isu lingkungan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zero waste. Mereka menggawangi adanya aksi dan diskusi terkait topik tersebut. Selain itu, peran bulkstore pun tidak kalah penting. Mereka menawarkan produk eco friendly sebagai solusi menekan kasus pencemaran lingkungan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk menerapkan green business Continue reading “Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle”

Posted in Uncategorized

Mendukung Produk UMKM


Aku mempunyai ketertarikan terhadap produk-produk UMKM yang dihasilkan masyarakat sekitar, terutama produk ramah lingkungan, kerajinan, dan kuliner. Setiap kali melihat produk-produk UMKM tersebut diiklankan di grup WhatsApp warga kelurahan, dengan senang hati aku akan merekomendasikannya ke lebih banyak orang lagi, tak terkecuali ke keluargaku. Aku juga membelinya sesuai kebutuhan, dan tak jarang memberikan dukungan secara verbal langsung kepada pemilik usaha setelah membeli. Continue reading “Mendukung Produk UMKM”

Posted in Kisah

Samber Mata

Suatu petang, sebelum koronavirus datang menyerbu negeri zamrud khatulistiwa ini, aku menjemput adikku dari les taekwondo di sekolahnya. Saat itu waktu sudah hampir Maghrib, terdengar murottal Al Quran dan shalawat yang dilantunkan dari masjid-masjid. Kami pulang menelusuri jalan beraspal di tengah sawah dengan kecepatan 40 km/jam. Lintasan yang kami lalui tersebut dekat dengan pemukiman penduduk, oleh sebab itu aku tidak berani mengebut. Selain itu, sepasukan serangga samber mata sudah merajai jalan, menghambur ke siapa saja yang lewat, tak terkecuali kami. Adikku menutup kaca helmnya sehingga terdengar riuh bunyi samber mata yang menabraki kaca. Sementara aku, menyipitkan mata di sepanjang perjalanan dan merasakan cukup banyak samber mata yang sudah masuk ke helm, jilbab, dan juga masker. 
Continue reading “Samber Mata”

Posted in Bahasa Turki

Referensi Belajar Bahasa Turki Tengah Dicari

Akhir-akhir ini, aku melihat cukup banyak orang yang antusias dengan Bahasa Turki— atau mungkin hanya perasaanku saja. Posku yang berjudul ‘Catatan Belajar Bahasa Turki’ yang terbit satu tahun silam, ada saja yang mengunjunginya setiap hari. Bukan apa, tapi terkadang angka pengunjungnya lebih tinggi dari pada pos-pos yang lain. Itulah mengapa aku berniat untuk menyinggungnya di sini di hari Sabtu yang luang ini. Continue reading “Referensi Belajar Bahasa Turki Tengah Dicari”

Posted in Puisi

lebaran hari ketiga

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
mengalir ke sebuah muara
usai mimpi berkelana
berayun-ayun di bawah rindangnya angkasa
semalaman

lebaran hari ketiga tiba
toples-toples kaca dielap sunyi
ketupat tersisa dua biji
opor dan gudeg kiranya masih ada
di dalam panci
dalam benak terdengar sendawa panjang
paman-paman mengelus perut kenyang
lalu catur digelar di atas kelakar
lêbaran selalu membuat kita lébaran
oh, sayang. semua hilang dalam satu kedipan

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
berpisah usai dayung keenam
liku perjalanan diresapi
sendirian.

bantul, 26 mei 2020

Posted in Kisah

Selamat Lebaran

Ini hari lebaran. Tapi pukul 6 pagi aku belum juga mandi karena sejak salat subuh tadi keasyikan blogging. Deg-degan hati ini. Aku celingukan dengan posisi kepala melongok ke jendela, melihat jalanan yang lengang. Pagi di hari raya ini, tak kulihat satupun orang atau pemuda sedang mengusung tikar untuk alas salat hari raya seperti biasanya. Tak ada pula adegan bapak-bapak kembali pulang ke rumah karena peci atau sajadahnya ketinggalan. Atau karena sandal yang ia kenakan masih sandal trepes, bukan sandal selop baru. Saking semangatnya hendak menunaikan salat hari raya dan berlebaran, kadang ada saja yang terlupakan.

Pedukuhan tempatku tinggal memutuskan untuk tetap mengadakan salat idul fitri bersama di area masjid, tapi tentu saja bersyarat peraturan A B C yang harus jamaah patuhi.  Jadi kemungkinan jamaahnya hanya sedikit. Sementara itu, aku dan keluarga lagi-lagi memilih untuk salat di rumah. Bukan karena kami mulai tertular virus antisosial, melainkan kami sudah punya imam dan tetap jaga jarak aman. Jaga jarak aman, kayak tulisan di belakang truk wkwkwk.  Continue reading “Selamat Lebaran”

Posted in Kisah

Ramadan di Tengah Pandemi

Pinterest

Setiap generasi pasti akan ikut merasakan suatu bencana atau kejadian buruk yang terjadi di dunia. Atau katakanlah, manusia tidak akan pernah terbebas dari keduanya selama masa hidupnya. Ada manusia yang mengambil pelajaran darinya, ada pula yang menyangsikan keadilan Sang Maha Kuasa. Kakungku pernah bercerita, ketika masa-masa PKI menyusup ke daerah kami dan ada tetangga yang tergabung di dalamnya, kakung melihat gerombolan PKI menyeret seseorang hingga mengelupas kulit kepalanya. Ada seorang wanita yang juga melihatnya, tapi ia menjadi gila karena terus terbayang kelupasan kulit kepala. Tetangga yang tergabung dalam PKI itu tertangkap dan di penjara selama entah berapa tahun, tapi ketika pulang dia berubah menjadi seorang yang taat beribadah. Aku sendiri pernah mengikuti jamaah solat yang ia imami, hanya saja saat itu aku masih kecil dan tidak tahu kalau ia adalah ex-PKI. Beberapa tahun kemudian aku baru bisa memahami. Continue reading “Ramadan di Tengah Pandemi”

Posted in Puisi

transformasi.

pinterest

tak ada yang benar-benar hilang. yang ada hanyalah transformasi. awan menjadi hujan menjadi apa-apa yang melaut menjadi uap menjadi sebentuk deru rindu memeluk bumi. kehilangan meninggalkan bekas bayang di sudut mata mengisi penuh pekat putus asa. transformasi menyisakan asa bahwa apa-apa kembali dalam kilau dan rupa-rupa berbeda. sekalipun nada detak nadinya tak lagi sama…

kita terlampau gelisah dalam balutan nimbus yang pada raganya terhunus petir-petir mencerai-berai angkasa. kita nyaris terhempas kala memanahkan malapetaka ke kawah dunia demi menghadirkan kembali apa-apa yang tlah tiada dalam takdirnya. mengapa lara hanya berujung sia-sia? beberapa harapan berpencar begitu pula titik pengabulan.

tak ada yang benar-benar hilang. yang ada hanyalah transformasi. tabib meramu penawar lagi. semoga sembuh sayat-sayat di sekujur tubuh bumi.

(ditulis di Mlati, 3 April 2020)