Referensi Belajar Bahasa Turki Tengah Dicari

Akhir-akhir ini, aku melihat cukup banyak orang yang antusias dengan Bahasa Turki— atau mungkin hanya perasaanku saja. Posku yang berjudul ‘Catatan Belajar Bahasa Turki’ yang terbit satu tahun silam, ada saja yang mengunjunginya setiap hari. Bukan apa, tapi terkadang angka pengunjungnya lebih tinggi dari pada pos-pos yang lain. Itulah mengapa aku berniat untuk menyinggungnya di sini di hari Sabtu yang luang ini. Continue reading “Referensi Belajar Bahasa Turki Tengah Dicari”

lebaran hari ketiga

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
mengalir ke sebuah muara
usai mimpi berkelana
berayun-ayun di bawah rindangnya angkasa
semalaman

lebaran hari ketiga tiba
toples-toples kaca dielap sunyi
ketupat tersisa dua biji
opor dan gudeg kiranya masih ada
di dalam panci
dalam benak terdengar sendawa panjang
paman-paman mengelus perut kenyang
lalu catur digelar di atas kelakar
lêbaran selalu membuat kita lébaran
oh, sayang. semua hilang dalam satu kedipan

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
berpisah usai dayung keenam
liku perjalanan diresapi
sendirian.

bantul, 26 mei 2020

Ramadan di Tengah Pandemi

Setiap generasi pasti akan ikut merasakan suatu bencana atau kejadian buruk yang terjadi di dunia. Atau katakanlah, manusia tidak akan pernah terbebas dari keduanya selama masa hidupnya. Ada manusia yang mengambil pelajaran darinya, ada pula yang menyangsikan keadilan Sang Maha Kuasa. Kakungku pernah bercerita, ketika masa-masa PKI menyusup ke daerah kami dan ada tetangga yang tergabung di dalamnya, kakung melihat gerombolan PKI menyeret seseorang hingga mengelupas kulit kepalanya. Ada seorang wanita yang juga melihatnya, tapi ia menjadi gila karena terus terbayang kelupasan kulit kepala. Tetangga yang tergabung dalam PKI itu tertangkap dan di penjara selama entah berapa tahun, tapi ketika pulang dia berubah menjadi seorang yang taat beribadah. Aku sendiri pernah mengikuti jamaah solat yang ia imami, hanya saja saat itu aku masih kecil dan tidak tahu kalau ia adalah ex-PKI. Beberapa tahun kemudian aku baru bisa memahami.

Continue reading “Ramadan di Tengah Pandemi”

transformasi.

pinterest

tak ada yang benar-benar hilang. yang ada hanyalah transformasi. awan menjadi hujan menjadi apa-apa yang melaut menjadi uap menjadi sebentuk deru rindu memeluk bumi. kehilangan meninggalkan bekas bayang di sudut mata mengisi penuh pekat putus asa. transformasi menyisakan asa bahwa apa-apa kembali dalam kilau dan rupa-rupa berbeda. sekalipun nada detak nadinya tak lagi sama…

kita terlampau gelisah dalam balutan nimbus yang pada raganya terhunus petir-petir mencerai-berai angkasa. kita nyaris terhempas kala memanahkan malapetaka ke kawah dunia demi menghadirkan kembali apa-apa yang tlah tiada dalam takdirnya. mengapa lara hanya berujung sia-sia? beberapa harapan berpencar begitu pula titik pengabulan.

tak ada yang benar-benar hilang. yang ada hanyalah transformasi. tabib meramu penawar lagi. semoga sembuh sayat-sayat di sekujur tubuh bumi.

(ditulis di Mlati, 3 April 2020)

And The Liebster Award Goes To….

Aku sudah lama tidak mengepos tulisan di blog karena terus membiarkan bahan-bahan tulisan yang terlintas di pikiran berlalu begitu saja tanpa kutulis keywordnya. Membuka WordPress juga malas-malasan. Biasanya hanya untuk mengecek notifikasi dan membaca satu-dua tulisan teman-teman bloger. Jujur aku sudah menyiapkan tulisan tentang berkebun, tapi masih ada bagian yang belum rampung. Halaahh kelamaan, Frid! Keburu lebaran onta…

Sampai sehari yang lalu aku menerima notifikasi masuk dari Bang Ical (Yth. Bapak Ical, Kak A.S. Rosyid). “Frida! Aku mendaulat blogmu sebagai penerima Award blog terkece versiku. Diterima yaa awardnya! Keterangannya ada di blogku,” Sempat kaget dan tersanjung membaca pesan yang dikirimnya ke salah satu kolom komentar posku itu. Semestinya aku yang memberikan Liebster Award kepada Bang Ical, mengingat topik-topik yang diangkat blognya selalu keren dan…. bagiku sangat inspiratif. Entah kenapa justru ia yang memasukkan blog yang terkadang isinya carut-marut ini ke dalam nominasinya. Continue reading “And The Liebster Award Goes To….”