Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle

Memilih Zero Waste Lifestyle

Belakangan ini, zero waste lifestyle atau gaya hidup minim sampah semakin banyak menarik perhatian society kita untuk mengadopsinya. Perubahan baik ini¬†tentu tidak lepas dari rasa prihatin kita terhadap kualitas lingkungan yang kian menurun dengan adanya kasus sampah di TPA yang membludak, global warming, climate change, kebakaran hutan, deforestasi, dan bentuk kerusakan mengerikan lainnya. Perubahan ini juga muncul berkat peran pemerintah, komunitas, dan sosok-sosok peduli lingkungan dalam menyuarakan isu-isu lingkungan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zero waste. Mereka menggawangi adanya aksi dan diskusi terkait topik tersebut. Selain itu, peran bulkstore pun tidak kalah penting. Mereka menawarkan produk eco friendly sebagai solusi menekan kasus pencemaran lingkungan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk menerapkan green business. Continue reading “Q&A with Kak Ranty Seputar Zero Waste Lifestyle”

Samber Mata

Suatu petang, sebelum koronavirus datang menyerbu negeri zamrud khatulistiwa ini, aku menjemput adikku dari les taekwondo di sekolahnya. Saat itu waktu sudah hampir Maghrib, terdengar murottal Al Quran dan shalawat yang dilantunkan dari masjid-masjid. Kami pulang menelusuri jalan beraspal di tengah sawah dengan kecepatan 40 km/jam. Lintasan yang kami lalui tersebut dekat dengan pemukiman penduduk, oleh sebab itu aku tidak berani mengebut. Selain itu, sepasukan serangga samber mata sudah merajai jalan, menghambur ke siapa saja yang lewat, tak terkecuali kami. Adikku menutup kaca helmnya sehingga terdengar riuh bunyi samber mata yang menabraki kaca. Sementara aku, menyipitkan mata di sepanjang perjalanan dan merasakan cukup banyak samber mata yang sudah masuk ke helm, jilbab, dan juga masker. 

Continue reading “Samber Mata”