Gelang Tali Waterproof by Urvilla Bracelets

Gelang yang saya kenakan saat ini adalah gelang waterproof keluaran brand lokal yang tidak main-main kualitasnya; Urvilla Bracelets. Saya membelinya 2,5 tahun lalu di Toko Barang Bareng, sebuah handmade store yang kini membuka gerainya di Kedai Kebun Forum (KKF). Kalau tidak salah, khususnya di Jogja, produk Urvilla Bracelets hanya bisa ditemukan di toko itu.

gelang yang menemani saya dua setengah tahun lamanya ^_^

Kebetulan, saya suka sekali dengan aksesoris gelang dan kegiatan membeli barang-barang handmade, jadi ketika dipertemukan dengan gelang-gelang Urvilla yang—wah! ini tuh beda banget sama gelang handmade yang lain, saya langsung jatuh cinta. Bagaimana tidak? Kalau saya gambarkan secara keseluruhan, gelang Urvilla memiliki model yang sangat bervariasi. Bahan-bahannya juga berkualitas, mulai yang berbahan tali polyester wax, manik-manik mutiara atau biji tumbuhan, sampai yang dikombinasikan dengan batuan alam, 24k gold plated, ataupun sterling silver. Gelangnya bisa untuk unisex. Sedangkan, kalau bicara soal warna, Urvilla punya warna-warna terbaiknya. Uniknya lagi, Urvilla memiliki konsep untuk gelang-gelangnya itu. Beberapa memiliki nama dan filosofi khusus yang dicantumkan di kemasannya, seperti tentang cinta, persahabatan, keberuntungan, kebahagiaan, atau bulan kelahiran. Dari penampakan itu, saya tidak perlu berpikir panjang lagi untuk mengadopsi salah satunya.

Continue reading “Gelang Tali Waterproof by Urvilla Bracelets”

Terima Kasih Telah Mendengarkan

Saya memutuskan untuk menyampaikan sisi gelap diri saya setelah berpikir, bahwa tidak ada salahnya bercerita tentang apa yang memenuhi kepala di situs blog. Mungkin ada pembaca, atau orang lain di sudut kota lain yang menemukan tulisan ini juga mengalami hal yang sama dan karenanya ia tidak merasa sendiri. Hey. Saya sedikit terkejut karena saya begitu lancar menuliskan kalimat-kalimat pembuka ini. Tapi, sudahlah. Saya akan melanjutkannya tanpa keragu-raguan.

Tahun 2020 menjadi tahun di mana banyak rangkaian kegiatan yang terpaksa saya batalkan. Kegiatan yang saya susun itu adalah buah dari ide saya sendiri selama beberapa waktu, dan berharap menjadi tonggak awal untuk kelanjutan kegiatan kedepannya. Saya sedih. Saya menghubungi orang-orang yang bersangkutan dan menyampaikan kabar pembatalan sekaligus permintaan maaf. Jujur saja, saya sempat mengalami depresi karena hal itu. Tidak hanya sehari dua hari. Saya terus berpikir apa artinya semua ini (Untuk apa aku melakukannya?!). Meski begitu saya tidak ingin terlihat lemah dan orang lain mengetahuinya. Saya terus bersikap baik dan orang harus menilai bahwa saya dalam tingkatan kesehatan yang baik pula. (Tapi saat ini saya sedang memberikan pengakuan).

Continue reading “Terima Kasih Telah Mendengarkan”

Sinoman

Lagi-lagi saya akan bercerita tentang salah satu budaya Jawa yang masih dijunjung tinggi di wilayah pedesaan hingga saat ini, yaitu menggunakan jasa sinoman. Menyebutkan istilah sinoman selalu mengarahkan ingatan saya pada tembang macapat Sinom dan sinom yang berarti daun asam muda. Tapi tentu bukan itu pengertian dari sinoman yang saya maksud. Sinoman di sini merupakan bagian dari tradisi pramuladhi dalam budaya Jawa atau tata cara mulia melayani tamu bersantap. Sementara menurut KBBI, sinoman berarti sekelompok pemuda yang membantu orang yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di pedesaan). Biasanya pemuda-pemudi tersebut berasal dari desa setempat yang telah tergabung dalam organisasi karang taruna. Mereka akan diminta nyinom (menjadi sinoman) ketika ada warga yang menggelar hajat lamaran, resepsi pernikahan atau ngundhuh mantu, pengajian akbar, syukuran, dan hajat besar lainnya yang menghadirkan banyak tamu. Sehingga, semakin banyak tamu undangan pada suatu acara, semakin banyak pula sinoman yang dibutuhkan.

Continue reading “Sinoman”