Sejarah Situs Makam Gunung Tambalan

Melihat minimnya informasi mengenai sejarah Situs Makam Gunung Tambalan di internet, saya berinisiatif mengepos tulisan ini di blog pribadi agar pihak-pihak yang membutuhkan dapat mengaksesnya. Di samping itu, sebagai warga di mana situs ini berada, saya terdorong untuk turut melestarikan potensi daerah dengan cara yang bisa saya lakukan.

Mengenai proses pengumpulan data tentang situs ini sendiri, ada orang-orang hebat yang telah membersamai saya; Mbak Welly selaku pendamping desa budaya, Mas Fian, Mas Nanda, Abay, dan Dek Kiky. Kami mengunjungi situs dan menimba banyak ilmu langsung dari Mbah Jadi, juru kunci situs makam. Terima kasih banyak.


source: dokumen pribadi

Situs Makam Gunung Tambalan merupakan satu di antara banyak situs cagar budaya yang terdapat di Desa Gilangharjo. Situs ini berlokasi di Dusun Tambalan Kauman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Seperti namanya, situs yang menempati tanah milik Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (sultan ground) seluas 6700 m² ini terletak di atas pegunungan/bukit kecil bernama Gunung Tambalan. Bagian bawah situs dikelilingi oleh permukiman penduduk serta area persawahan yang membentang luas, menjadikan Gunung Tambalan terlihat indah dan menawan dari kejauhan.

ASAL-USUL GUNUNG TAMBALAN

Banyak kalangan yang tidak tahu mengenai asal-usul Gunung Tambalan. Padahal jika diulik lebih dalam, terdapat berbagai versi cerita rakyat yang mengabadikan sejarahnya, baik yang tersebar melalui gethok tular (dari mulut ke mulut) maupun artikel-artikel sejarah yang ada di internet. Ceritera-ceritera yang berkembang tersebut sangatlah bervariasi dan menarik, sehingga dapat memunculkan teka-teki tersendiri di benak para pendengarnya.

Continue reading “Sejarah Situs Makam Gunung Tambalan”

14 Potret Nasi Tumpeng pada Perayaan HUT Desa Gilangharjo ke-73

Di Aula Puri Selo Gilang,

kami sajikan persembahan agung,

nasi tumpeng lengkap dengan ingkung,

sebagai tanda bahwa kami menjunjung,

nama dan pesonamu yang istimewa,

Desa Budaya Gilangharjo di mata dunia.

Saiyeg saeka praya,

saiyeg saeka kapti,

gotong royong membangun desa,

dalam kerukunan dan harmoni.

Continue reading “14 Potret Nasi Tumpeng pada Perayaan HUT Desa Gilangharjo ke-73”

Pengalaman Menghadiri Upacara Adat Tradisi Wiwitan

Ini cerita pengalamanku menghadiri upacara adat tradisi wiwitan di Bulak Tani Harjo, Dusun Karanggede, pada awal September 2019 lalu.

Berbekal rasa keingintahuanku terhadap tradisi wiwitan dan alasan untuk menjalankan tugas sebagai reporter SID Gilangharjo, akhirnya aku memutuskan untuk datang. Dari informasi yang kudapat sebelumnya, acara ini digelar besar-besaran dan kelihatan menarik karena diiringi dengan pertunjukan seni. Pertunjukan seni tersebut melibatkan kaum muda dan Sanggar Laras Budaya Gilangharjo. Continue reading “Pengalaman Menghadiri Upacara Adat Tradisi Wiwitan”

Sejarah Dusun Gunting dan Kelestarian Seni Budayanya

Contoh batik lukis yang diproduksi oleh pembatik di Dusun Gunting.

Gunting adalah sebuah pedusunan yang terletak di daerah pegunungan, tepatnya di wilayah Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan raya terdekat adalah Jalan Raya Samas (sebelah timur) dan Jalan Raya Srandakan (sebelah barat) , dengan jarak masing-masing kurang lebih 2 km dari jalan raya menuju dusun.

Dusun Gunting mempunyai wilayah yang cukup luas, yang dibatasi oleh enam dusun. Di sebelah utara, berbatasan dengan Dusun Karanggede, Dusun Tirto dan Dusun Jalakan di sebelah barat, Dusun Depok di sebelah selatan, serta Dusun Goseng dan Dusun Nogosari di sebelah timur. Continue reading “Sejarah Dusun Gunting dan Kelestarian Seni Budayanya”

Serba-Serbi Tradisi Among-Among di Yogyakarta

Among-among adalah sebuah tradisi  di Yogyakarta untuk memperingati hari kelahiran seseorang yang masih hidup berdasarkan penanggalan Jawa yang biasa juga disebut ‘weton’ atau ‘hari pasaran’.

Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman leluhur. Sebagian masyarakat ada yang menganggap tradisi ini sebagai salah satu adat dari ‘kejawen’, kepercayaan yang dilestarikan di daerah Keraton Yogyakarta. Kini keberadaannya hanya dianggap sebagai tradisi saja karena tidak termasuk dalam ritual agama. Continue reading “Serba-Serbi Tradisi Among-Among di Yogyakarta”