lebaran hari ketiga

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
mengalir ke sebuah muara
usai mimpi berkelana
berayun-ayun di bawah rindangnya angkasa
semalaman

lebaran hari ketiga tiba
toples-toples kaca dielap sunyi
ketupat tersisa dua biji
opor dan gudeg kiranya masih ada
di dalam panci
dalam benak terdengar sendawa panjang
paman-paman mengelus perut kenyang
lalu catur digelar di atas kelakar
lêbaran selalu membuat kita lébaran
oh, sayang. semua hilang dalam satu kedipan

pagi
dan nyanyian hujan
dan secangkir coklat
dan rindu sewarna pelangi
berpisah usai dayung keenam
liku perjalanan diresapi
sendirian.

bantul, 26 mei 2020

Yang Terkenang di Waktu Hujan

Pinterest

Rintik gerimis menebar kasih di penghujung pagi
Mama bersandar di dada kursi rotan yang bersandar pada asa menjemput mentari
Detik berikutnya gerimis dikeraskan mega-mega
Mama menyibak buram jendela tepi lukisan berpigura pinus
Sekejap tirai bambu ditarik lentik bulu matanya
Satu tarikan tuang seribu ikhlas atas kehendak Tuhan Continue reading “Yang Terkenang di Waktu Hujan”

Mahfudzot — Samudra Kata Mutiara (Part 1)

 

Marhaban!

Musim hujan baru saja tiba. Tidak sedikit dari kita menjadikannya sebagai alasan tidak berangkat ke kampus atau memenuhi undangan sebuah majlis. Padahal, hujan tidak pernah berniat membuat kita bermalas-malasan, malah lebih sering membawa rahmat dan menumbuhkan kenangan yang sempat terkubur  kemarau panjang.

Selain hujan, kondisi kita yang bad mood juga seringkali membuat kita bermalas-malasan. Ketika kita sudah bilang ‘aku bosan’, maka perlahan-lahan kemalasan akan menjangkiti kita. Mau tambah lagi contoh faktor penyebab malas yang lain? Sudah cukup yaaa… Continue reading “Mahfudzot — Samudra Kata Mutiara (Part 1)”