Terima Kasih Telah Mendengarkan

Saya memutuskan untuk menyampaikan sisi gelap diri saya setelah berpikir, bahwa tidak ada salahnya bercerita tentang apa yang memenuhi kepala di situs blog. Mungkin ada pembaca, atau orang lain di sudut kota lain yang menemukan tulisan ini juga mengalami hal yang sama dan karenanya ia tidak merasa sendiri. Hey. Saya sedikit terkejut karena saya begitu lancar menuliskan kalimat-kalimat pembuka ini. Tapi, sudahlah. Saya akan melanjutkannya tanpa keragu-raguan.

Tahun 2020 menjadi tahun di mana banyak rangkaian kegiatan yang terpaksa saya batalkan. Kegiatan yang saya susun itu adalah buah dari ide saya sendiri selama beberapa waktu, dan berharap menjadi tonggak awal untuk kelanjutan kegiatan kedepannya. Saya sedih. Saya menghubungi orang-orang yang bersangkutan dan menyampaikan kabar pembatalan sekaligus permintaan maaf. Jujur saja, saya sempat mengalami depresi karena hal itu. Tidak hanya sehari dua hari. Saya terus berpikir apa artinya semua ini (Untuk apa aku melakukannya?!). Meski begitu saya tidak ingin terlihat lemah dan orang lain mengetahuinya. Saya terus bersikap baik dan orang harus menilai bahwa saya dalam tingkatan kesehatan yang baik pula. (Tapi saat ini saya sedang memberikan pengakuan).

Continue reading “Terima Kasih Telah Mendengarkan”