14 Potret Nasi Tumpeng pada Perayaan HUT Desa Gilangharjo ke-73

Di Aula Puri Selo Gilang,

kami sajikan persembahan agung,

nasi tumpeng lengkap dengan ingkung,

sebagai tanda bahwa kami menjunjung,

nama dan pesonamu yang istimewa,

Desa Budaya Gilangharjo di mata dunia.

Saiyeg saeka praya,

saiyeg saeka kapti,

gotong royong membangun desa,

dalam kerukunan dan harmoni.

Continue reading “14 Potret Nasi Tumpeng pada Perayaan HUT Desa Gilangharjo ke-73”

Pengalaman Menghadiri Upacara Adat Tradisi Wiwitan

Ini cerita pengalamanku menghadiri upacara adat tradisi wiwitan di Bulak Tani Harjo, Dusun Karanggede, pada awal September 2019 lalu.

Berbekal rasa keingintahuanku terhadap tradisi wiwitan dan alasan untuk menjalankan tugas sebagai reporter SID Gilangharjo, akhirnya aku memutuskan untuk datang. Dari informasi yang kudapat sebelumnya, acara ini digelar besar-besaran dan kelihatan menarik karena diiringi dengan pertunjukan seni. Pertunjukan seni tersebut melibatkan kaum muda dan Sanggar Laras Budaya Gilangharjo. Continue reading “Pengalaman Menghadiri Upacara Adat Tradisi Wiwitan”

Sejarah Dusun Gunting dan Kelestarian Seni Budayanya

Contoh batik lukis yang diproduksi oleh pembatik di Dusun Gunting.

Gunting adalah sebuah pedusunan yang terletak di daerah pegunungan, tepatnya di wilayah Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan raya terdekat adalah Jalan Raya Samas (sebelah timur) dan Jalan Raya Srandakan (sebelah barat) , dengan jarak masing-masing kurang lebih 2 km dari jalan raya menuju dusun.

Dusun Gunting mempunyai wilayah yang cukup luas, yang dibatasi oleh enam dusun. Di sebelah utara, berbatasan dengan Dusun Karanggede, Dusun Tirto dan Dusun Jalakan di sebelah barat, Dusun Depok di sebelah selatan, serta Dusun Goseng dan Dusun Nogosari di sebelah timur. Continue reading “Sejarah Dusun Gunting dan Kelestarian Seni Budayanya”

Serba-Serbi Tradisi Among-Among di Yogyakarta

Among-among adalah sebuah tradisi ¬†di Yogyakarta untuk memperingati hari kelahiran seseorang yang masih hidup berdasarkan penanggalan Jawa yang biasa juga disebut ‘weton’ atau ‘hari pasaran’.

Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman leluhur. Sebagian masyarakat ada yang menganggap tradisi ini sebagai salah satu adat dari ‘kejawen’, kepercayaan yang dilestarikan di daerah Keraton Yogyakarta. Kini keberadaannya hanya dianggap sebagai tradisi saja karena tidak termasuk dalam ritual agama. Continue reading “Serba-Serbi Tradisi Among-Among di Yogyakarta”